Bronkitis adalah infeksi umum yang menyebabkan peradangan dan iritasi pada saluran udara utama paru-paru atau bronkus. Hal ini menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut.

Penyakit bronkitis dan pneumonia memiliki gejala yang mirip, termasuk batuk, demam, kelelahan, dan perasaan berat di dada. Bronkitis terkadang dapat berkembang menjadi pneumonia.

Meski begitu, kedua penyakit ini berbeda. Pertama, bronkitis terjadi pada saluran bronkial, sementara pneumonia terjadi pada alveoli atau kantung udara di paru-paru. Kedua, gejala pneumonia biasanya lebih buruk dan bahkan mengancam jiwa, terutama pada orang tua dan orang yang rentan.

Jenis Bronkitis

Berdasarkan keparahannya, jenis bronkitis terbagi menjadi dua :

1. Bronkitis Akut

Bronkitis akut adalah salah satu infeksi sistem pernapasan yang paling umum terjadi dan paling sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Bronkitis akut biasanya bertahan selama dua hingga tiga minggu.

2. Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis adalah infeksi bronkus yang bertahan setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya. Bronkitis kronis lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Penyakit bronkitis kronis adalah gangguan serius jangka panjang yang sering memerlukan perawatan medis yang teratur.

Baca juga: Kenali Penyebab Menularnya HIV

Penyebab Bronkitis

Penyebab penyakit bronkitis adalah hal yang perlu diketahui oleh dokter sebelum pemberian obat.

1. Infeksi Virus dan Bakteri

Bronkitis umumnya disebabkan oleh infeksi paru-paru dan 90% kasus yang ditemukan disebabkan oleh virus. Serangan berulang dari bronkitis akut, yang melemahkan dan mengiritasi bronkus dari waktu ke waktu dapat mengakibatkan bronkitis kronis.

Dalam kebanyakan kasus, bronkitis akut biasanya diakibatkan infeksi virus, tapi kadang-kadang juga bisa disebabkan oleh bakteri. Jika kondisi pertahanan tubuh baik, selaput lendir dapat kembali normal setelah sembuh dari infeksi. Proses kesembuhan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari.

2. Menghirup Zat Iritan

Bronkitis dapat disebabkan oleh menghirup zat iritan, seperti asap, asap tembakau, dan bahan kimia dalam produk rumah tangga. Merokok adalah penyebab bronkitis kronis, baik perokok aktif maupun perokok pasif. Merokok jangka panjang dapat menyebabkan saluran bronkus menghasilkan lendir yang berlebihan.

Penderita bronkitis kronis sering mengembangkan penyakit paru lain terkait dengan merokok yang disebut emphysema. Emphysema adalah kondisi kantung udara di dalam paru-paru mengalami kerusakan, yang menyebabkan sesak napas.

3. Paparan di Tempat Kerja

Bronkitis kronis biasanya diderita pada orang yang kerja atau tinggal di sekitar kawasan industri seperti pertambangan. Pekerja mungkin berisiko terkena bronkitis kronis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) lainnya jika sering terpapar bahan yang dapat merusak paru-paru. Bronkitis biasanya akan mereda setelah tidak lagi terkena zat iritasi di tempat kerja.

Berikut beberapa bahan atau zat yang menjadi penyebab bronkitis:

  • Butiran debu
  • Tekstil (serat kain)
  • Asam kuat
  • Amonia
  • Klorin

Baca juga: Penyebab hingga Faktor Risiko Penyakit Asma

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - RS Harum support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 8617212 , 8617213