High heels atau alas kaki berhak tinggi seringkali dijadikan salah satu cara bagi kaum hawa untuk menambah penampilan dan rasa percaya dirinya. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut penggunaan high heels bisa memberikan dampak buruk. Apalagi jika yang memakainya adalah ibu hamil.

Dampak penggunaan high heels bagi ibu hamil, meskipun sudah terbiasa memakai high heels sebelumnya, pakar kesehatan menyebut ibu hamil sebaiknya tidak menggunakannya demi menjaga kondisinya dan kandungan di dalam kandungan.

Berikut adalah beberapa dampak yang bisa dilakukan jika ibu hamil memakai high heels.

  1. Risiko Jatuh

Pakar kesehatan kandungan, Alyssa Dweck menyebut ibu hamil sebenarnya tidak apa-apa untuk menggunakan sepatu atau alas kaki high heels lainnya. Hanya saja, hal ini bisa membuat risiko ibu hamil untuk jatuh semakin meningkat. Padahal, terjatuh bisa saja memicu datangnya cedera atau gangguan kehamilan.

  1. Memicu Nyeri Punggung

Dampak lain yang bisa didapatkan oleh ibu hamil yang memakai sepatu high heels adalah mengalami peningkatan risiko terkena nyeri punggung. Hal ini disebabkan oleh perubahan postur tubuh yang terjadi pada ibu hamil saat menggunakannya. Padahal, kondisi tubuh ibu hamil sangatlah berbeda dengan wanita pada umumnya.

Penggunaan high heels akan memaksa otot panggul menekuk ke depan hanya demi menopang bobot tubuh. Tekanan yang lebih besar pada bagian panggul, punggung, dan persendian di sekitarnya akan meningkatkan risiko terkena nyeri punggung. Hal ini tentu akan menyebabkan sensasi tidak nyaman.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Olahraga

  1. Memicu Kram pada Kaki

Tak hanya mempengaruhi bagian punggung, penggunaan sepatu high heels bisa menyebabkan dampak buruk bagi betis. Hal ini disebabkan oleh bagian betis yang mengalami ketegangan berlebihan dan kontraksi akibat menopang postur tubuh yang sangat tidak ideal saat memakainya.

Tak hanya menyebabkan sensasi tidak nyaman, kram pada betis bisa membatasi pergerakan ibu hamil dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Padahal, mereka juga harus tetap aktif bergerak demi menjaga kondisi kesehatannya.

  1. Gangguan Keseimbangan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penggunaan sepatu high heels bisa meningkatkan risiko jatuh pada ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh terganggunya keseimbangan tubuh pemakainya. Padahal, selama kehamilan, persendian cenderung melemah.

Penggunaan sepatu high heels tentu akan meningkatkan risiko cedera yang bisa mengancam kondisi ibu dan buah hatinya.

  1. Gangguan Otot

Tubuh wanita mengalami perubahan bentuk dengan signifikan saat hamil demi mendukung perkembangan janin di dalam kandungan. Salah satunya adalah mengendurnya bagian pergelangan kaki serta betis akibat pengaruh hormon. Jika mereka juga menggunakan sepatu hak tinggi, maka tekanan pada bagian otot kaki akan semakin meningkat dan bisa saja menyebabkan cedera.

  1. Pembengkakan pada Kaki

Penggunaan sepatu hak tinggi selama kehamilan bisa meningkatkan risiko edema atau pembengkakan pada kaki. Dampak ini akan semakin terasa jika digunakan di fase akhir kehamilan. Hal ini tentu akan mengganggu pergerakan ibu hamil dengan signifikan.

Tips memilih high heels bagi ibu hamil

Pakar kesehatan menyarankan ibu hamil untuk lebih cermat memakai alas kaki atau sepatu demi menjaga kondisinya.

Berikut adalah tips-tips tersebut.

  • Gunakanlah sepatu dengan hak yang tidak begitu tinggi namun kuat dan tebal.
  • Gunakanlah sepatu yang cenderung lebih longgar mengingat adanya kemungkinan kaki membengkak selama kehamilan. Pastikan bahwa sepatu nyaman untuk digunakan.
  • Jangan berdiri atau berjalan terlalu lama agar tidak mudah kelelahan. Pastikan juga untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
  • Sebaiknya menghindari sepatu berjenis stiletto dengan hak yang tipis karena bisa saja menyebabkan gangguan keseimbangan tubuh.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - RS Harum support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 8617212 , 8617213